<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' version='2.0'><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-31004638</atom:id><lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2009 01:35:05 +0000</lastBuildDate><title>Sasongko</title><description>Selamat datang.. Anggap aja rumah sendiri</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-13174342393823961</guid><pubDate>Tue, 26 Aug 2008 07:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-08-26T14:30:01.084+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Catatan (di) kaki</category><title>Sharing resources between Ubuntu and Solaris</title><description>Let me show you how to share (in this case) DVD-ROM between Ubuntu and Solaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Choose the folder that you want to share (DVD-ROM)&lt;br /&gt;2. edit /etc/exports&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# sudo vi /etc/exports&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Replace (rw) to (ro,async)&lt;br /&gt;4. Restart the service&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# sudo /etc/init.d/nfs-kernel-server restart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. On Solaris box&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;$ mount -F nfs -o vers=2 &lt;ip_Ubuntu&gt;:/media/cdrom0 /a&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-13174342393823961?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/08/sharing-resources-between-ubuntu-and.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-4952098098571055121</guid><pubDate>Wed, 21 May 2008 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-21T15:07:08.031+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Motivasi dan Pengembangan Diri</category><title>Stay Hungry, Stay Foolish</title><description>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pidato Steve Jobs (Apple &amp; Pixar) di acara wisuda Standford University&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik&lt;br /&gt;Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab:&lt;br /&gt;“Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangka n. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik&lt;br /&gt;dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya&lt;br /&gt;bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi,&lt;br /&gt;takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak&lt;br /&gt;perbedaan dalam kehidupan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan.&lt;br /&gt;Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley . Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu&lt;br /&gt;mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun pasangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita Ketiga Saya: Kematian&lt;br /&gt;Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana , mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna:Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park , dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. SelaluMerasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan oleh Dewi Sri Takarini, alumni sebuah perguruan tinggi di Australia )&lt;br /&gt;www.indo-oracletech.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-4952098098571055121?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/05/stay-hungry-stay-foolish.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-381566645785800148</guid><pubDate>Tue, 08 Apr 2008 06:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-08T13:19:46.724+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Resensi Film</category><title>16 Blocks</title><description>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bruce Willis : Jack Mosley&lt;br /&gt;         Mos Def : Edward Bunker&lt;br /&gt;         David Morse : Frank Nugent&lt;br /&gt;Sutradara : Richard Downer&lt;br /&gt;Produksi : Warner Bros Picture (2006)&lt;br /&gt;Rating : &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Highly Recommended&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kau menyetir sendirian saat badai. Ada 3 orang di halte bus. Satu wanita tua yang sakit dan sekarat. Yang kedua, sahabatmu. Dia pernah menyelamatkan nyawamu. Dan, yang ketiga, gadis impianmu. Hanya ada satu tempat tersisa di dalam mobilmu. Siapa yang akan engkau bawa?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jack Mosley (Bruce Willis), anggota NYPD, bukanlah seorang polisi yang baik. Ia punya masalah dengan alkohol. Masalahnya ini sungguh berat. Ia selalu saja menyempatkan dirinya untuk mampir ke toko minuman untuk membeli minuman favoritnya.&lt;br /&gt;Suatu pagi, sekitar pukul 8, selepas terjaga semaleman, ia ditugaskan atasannya untuk mengantar seorang tahanan dari penjara ke gedung pengadilan. Edward Bunker (Mos Def) akan bersaksi di hadapan juri untuk melawan beberapa anggota NYPD yang melakukan perbuatan menyimpang dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi.&lt;br /&gt;Di tengah jalan, ketika Jack Mosley berhenti untuk membeli minuman, seorang pembunuh bayaran mencoba untuk menembak mati Edward Burner. Upaya tersebut dapat digagalkan oleh Jack. Pembunuh bayaran tersebut disuruh oleh oknum polisi, Detektif Frank Nugent (David Morse) yang akan menjadi lawan Eddie di pengadilan.&lt;br /&gt;Jack Mosley tidak tahu bahwa Eddie akan bersaksi juga melawan dirinya. Ia ternyata termasuk ke dalam daftar oknum-oknum yang menyeleweng. Di sinilah kemudian Jack Mosley dihadapkan pada sebuah keputusan yang sulit. Merubah perilakunya, atau kembali ke sifat aslinya yang mau enak sendiri.&lt;br /&gt;Film ini sebenarnya hanya menceritakan kejadian selama satu hari, kurang lebih 2 jam tepatnya. Tapi kenapa film ini highly recommended adalah karena pergolakan batin yang dialami oleh Jack dalam menjalankan tugas. Jika ia mengantarkan Eddie sampai selamat ke pengadilan maka karirnya sebagai polisi akan terancam. Ia akan masuk penjara. Tapi ia juga punya tanggung jawab moral untuk menyelamatkan Eddie karena itulah tugas dari seorang polisi pengawal.&lt;br /&gt;Maennya Bruce Willis oke banget. Karakternya sebagai seorang polisi yang berantakan pas pisan… Ceritanya simple tapi mengena. Cocok dengan kondisi negara kita. Coba para oknum-oknum yang udah ngebuat bangsa kita terpuruk mau sekali saja mempunyai mental dan perilaku seperti Jack Mosley… &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-381566645785800148?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/04/16-blocks_08.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-4765395190235755996</guid><pubDate>Wed, 02 Apr 2008 09:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-02T16:27:35.231+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Solaris</category><title>RAID 1 di Solaris</title><description>Lagi ngetes2 ni, skalian persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hardware :&lt;br /&gt;1. Ultra 60&lt;br /&gt;2. 512 Mhz&lt;br /&gt;3. Compaq 72 GB (2 bh)&lt;br /&gt;    a.c0t0d0&lt;br /&gt;    b.c0t1d0&lt;br /&gt;4. Solaris 9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah :&lt;br /&gt;1. Instal Solaris 9 (blom di install, soale abis dipake Solaris 8)&lt;br /&gt;2. Install patch and package&lt;br /&gt;3. Lihat konfigurasi vfstab untuk liat mount point masing2 slice&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;# more /etc/vfstab&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;#device           device          mount      FS      fsck     mount   mount&lt;br /&gt;#to mount         to fsck         point      type    pass    at boot  options&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;fd                -               /dev/fd    fd      -        no      -&lt;br /&gt;/proc             -               /proc      proc    -        no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s1 -               -          swap    -        no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s0 /dev/rdsk/c0t0d0s0 /    ufs     1        no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s5 /dev/rdsk/c0t0d0s5 /usr ufs     1        no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s6 /dev/rdsk/c0t0d0s6 /export/home ufs 2    yes     -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s4 /dev/rdsk/c0t0d0s4 /opt ufs     2        yes     -&lt;br /&gt;swap              -               /tmp       tmpfs   -        yes     -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kurang lebihnya seperti itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Liat juga partisi disk yang mau di-mirror&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;# format&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Part  Tag     Flag    Cylinders      Size             Block             0        root    wm      0 -  1362      3.30GB           (1363/0/0)    6924040     &lt;br /&gt;1        swap    wu      1363 -  1775   1.00GB            (413/0/0)    2098040     2  backup  wm      0 - 28001      67.83GB       (28002/0/0) 142250160          3 unassigned     wm      0              0                 (0/0/0)             0      4 unassigned     wm      1776 -  1781  14.88MB          (6/0/0)         30480        5        usr     wm      1782 -  3064   3.11GB            (1283/0/0)    6517640      6        home    wm      3065 - 27920   60.21GB       (24856/0/0) 126268480&lt;br /&gt;7 unassigned     wm      27921 – 28001 200.92MB      (81/0/0)       411480&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;5. Bikin salinan VTOC (Volume Table of Content) yang berisi informasi partisi disk yang pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# prtvtoc /dev/rdsk/c0t0d0s2 |  fmthard –s - /dev/rdsk/c0t1d0s2&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Buat metadb (file database yang menampung semua konfigurasi dari mirror yang akan dibuat) Biasanya diletakkan pada slice 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;# metadb –a –c 3 –f c0t0d0s7 c0t1d0s7&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Tiap slice yang ada kita buat virtual devicenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d11 1 1 c0t0d0s0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d11: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d12 1 1 c0t1d0s0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d12: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit d10 -m d11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d10: Mirror is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d21 1 1 c0t0d0s1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d21: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d22 1 1 c0t1d0s1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d22: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit d20 -m d21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d20: Mirror is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d31 1 1 c0t0d0s5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d31: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d32 1 1 c0t1d0s5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d32: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit d30 -m d31&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d30: Mirror is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d41 1 1 c0t0d0s6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d41: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit -f d42 1 1 c0t1d0s6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d42: Concat/Stripe is setup&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metainit d40 -m d41&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d40: Mirror is setup&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;8. Setelah membuat virtual device, kita perlu beritahu operating system bahwa root sistem sekarang berupa virtual device bukan slice harddisk lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metaroot d10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;9. Restart server &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# init 6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;10. Tambahkan virtual device yang dari disk dua ke mirror yang bersesuaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metattach d10 d12&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d10: submirror d12 is attached&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metattach d20 d22&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d20: submirror d22 is attached&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metattach d30 d32&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d30: submirror d32 is attached&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# metattach d40 d42&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;d40: submirror d42 is attached&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;11. Liat statusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;# metastat&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;d40: Mirror&lt;br /&gt;    Submirror 0: d41&lt;br /&gt;      State: Okay         &lt;br /&gt;    Submirror 1: d42&lt;br /&gt;      State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Resync in progress: 0 % done&lt;br /&gt;    Pass: 1&lt;br /&gt;    Read option: roundrobin (default)&lt;br /&gt;    Write option: parallel (default)&lt;br /&gt;    Size: 126268480 blocks (60 GB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d41: Submirror of d40&lt;br /&gt;    State: Okay         &lt;br /&gt;    Size: 126268480 blocks (60 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t0d0s6          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d42: Submirror of d40&lt;br /&gt;    State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Size: 126268480 blocks (60 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t1d0s6          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d30: Mirror&lt;br /&gt;    Submirror 0: d31&lt;br /&gt;      State: Okay         &lt;br /&gt;    Submirror 1: d32&lt;br /&gt;      State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Resync in progress: 1 % done&lt;br /&gt;    Pass: 1&lt;br /&gt;    Read option: roundrobin (default)&lt;br /&gt;    Write option: parallel (default)&lt;br /&gt;    Size: 6517640 blocks (3.1 GB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d31: Submirror of d30&lt;br /&gt;    State: Okay         &lt;br /&gt;    Size: 6517640 blocks (3.1 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t0d0s5          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d32: Submirror of d30&lt;br /&gt;    State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Size: 6517640 blocks (3.1 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t1d0s5          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d20: Mirror&lt;br /&gt;    Submirror 0: d21&lt;br /&gt;      State: Okay         &lt;br /&gt;    Submirror 1: d22&lt;br /&gt;      State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Resync in progress: 9 % done&lt;br /&gt;    Pass: 1&lt;br /&gt;    Read option: roundrobin (default)&lt;br /&gt;    Write option: parallel (default)&lt;br /&gt;    Size: 2098040 blocks (1.0 GB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d21: Submirror of d20&lt;br /&gt;    State: Okay         &lt;br /&gt;    Size: 2098040 blocks (1.0 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t0d0s1          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d22: Submirror of d20&lt;br /&gt;    State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Size: 2098040 blocks (1.0 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t1d0s1          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d10: Mirror&lt;br /&gt;    Submirror 0: d11&lt;br /&gt;      State: Okay         &lt;br /&gt;    Submirror 1: d12&lt;br /&gt;      State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Resync in progress: 5 % done&lt;br /&gt;    Pass: 1&lt;br /&gt;    Read option: roundrobin (default)&lt;br /&gt;    Write option: parallel (default)&lt;br /&gt;    Size: 6924040 blocks (3.3 GB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d11: Submirror of d10&lt;br /&gt;    State: Okay         &lt;br /&gt;    Size: 6924040 blocks (3.3 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t0d0s0          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d12: Submirror of d10&lt;br /&gt;    State: Resyncing    &lt;br /&gt;    Size: 6924040 blocks (3.3 GB)&lt;br /&gt;    Stripe 0:&lt;br /&gt;        Device     Start Block  Dbase        State Reloc Hot Spare&lt;br /&gt;        c0t1d0s0          0     No            Okay   Yes &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Device Relocation Information:&lt;br /&gt;Device   Reloc  Device ID&lt;br /&gt;c0t1d0   Yes    id1,sd@w0004cffffee08628&lt;br /&gt;c0t0d0   Yes    id1,sd@w0004cffffee045be&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;12. Sabar aja, biasanya rada2 lama, tergantung besarnya disk yang harus di-sinkron-kan.. Tungguin ampe “Resync in progress” nya 100% ato statusnya “Okay”&lt;br /&gt;13. Cek /etc/vfstab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;# more /etc/vfstab&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;#device        device           mount           FS      fsck    mount   mount&lt;br /&gt;#to mount      to fsck          point           type    pass    at boot options&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;fd             -                /dev/fd         fd      -       no      -&lt;br /&gt;/proc          -                /proc           proc    -       no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s1 -             -               swap    -       no      -&lt;br /&gt;/dev/md/dsk/d10 /dev/md/rdsk/d10     /          ufs     1       no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s5 /dev/rdsk/c0t0d0s5 /usr       ufs     1       no      -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s6 /dev/rdsk/c0t0d0s6 /export/home ufs   2       yes     -&lt;br /&gt;/dev/dsk/c0t0d0s4 /dev/rdsk/c0t0d0s4 /opt       ufs     2       yes     -&lt;br /&gt;swap           -                /tmp            tmpfs   -       yes     -&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Punya gua kaya gitu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Feel free to add some comments&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-4765395190235755996?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/04/raid-1-di-solaris.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-5655073671340784956</guid><pubDate>Fri, 28 Mar 2008 05:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-28T15:44:45.162+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Solaris</category><title>BACKUP O/S IN SOLARIS</title><description>Here’s the situation, di kantor ada DLT7000 (Magnetic Tape drive) punyanya LEN. Nah, tu device dilaporkan rusak. Setelah melalui perjalanan panjang dari Tanjung Priuk ke Cibubur, gue diperintahkan oleh Pak Boss buat nge-tes, apa bener rusak pa kagak.&lt;br /&gt;Cara paling gampang ya gua nge-backup o/s aja, lagian gua juga belom pernah praktek backup-restore :D Gua ngetes tu alat di Ultra 60, Solaris versi 5.8, commandnya ufsrestore and ufsdump. Oia, ini full backup&lt;br /&gt;Caranya kurang lebih sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; 1.Masuk ke single-user mode&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# init -s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 2.Cek partition consistency&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# fsck –m /dev/dsk/c0t0d0s0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 3.Cek status tape&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# mt status&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 4.Rewind tape-nya&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# mt –f /dev/mnt/0 rew&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 5.Mulai backup&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# ufsdump 0vf /dev/rmt/0n /dev/rdsk/c0t0d0s0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah deh, gitu doang caranya… Rada lama juga, soale ke tape yang notabene kerjanya sekuensial. Sekarang caranya nge-restore :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 1.Masuk ke single user lewat boot cdrom&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ok&gt; boot cdrom –s&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 2.Bikin partisi yang sama di disk baru untuk nge-back up dari tape&lt;br /&gt; 3.Bikin file system baru di tiap slice&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# newfs /dev/rdsk/c0t0d0s0&lt;br /&gt;  # newfs /dev/rdsk/c0t0d0s6 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   dll...&lt;br /&gt; 4.Bikin direktori baru di /tmp/root/a&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# mkdir /tmp&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 5.Mount c0t0d0s0 ke /mnt&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# mount c0t0d0s0 /mnt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 6.Cek status tape&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# mt –f /dev/rmt/0 status&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 7.Rewind tapenya kalo belom yakin posisinya&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# mt –f /dev/rmt/0 rew&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 8.CD ke /mnt&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# cd /mnt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 9.Restore deh di situ&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# ufsrestore rvf /dev/rmt/0n &lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 10.Setelah beres nge-restore nya, bikin deh bootblock buat nge-boot&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;# cd /tmp/usr/platform/'uname -m'/lib/fs/ufs&lt;br /&gt;  # installboot bootblk /dev/rdsk/c0t0d0s0&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; 11. Cobain hasilnya dengan melakukan rebooting&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-5655073671340784956?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/03/backup-os-in-solaris.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-5132624263528835849</guid><pubDate>Tue, 18 Mar 2008 05:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-18T12:29:17.621+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Resensi Film</category><title>The Illusionist</title><description>&lt;i&gt;Edward Norton (Edward Abromovich – a.k.a Eisenheim)&lt;br /&gt;   Paul Giamatti (Inspector Ulrich)&lt;br /&gt;   Jessica Biel (Sophie – a.k.a Duches von Teschen)&lt;br /&gt;Sutradara : Neil Burger&lt;br /&gt;Produksi : Bob Yari Production&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rating : Less Recommended&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Tersebutlah seorang magician bernama Eisenheim (Edward Norton) yang dianggap mempunyai “kekuatan super” dalam dirinya. Dia tidak sama seperti pesulap-pesulap lain pada zaman itu yang hanya berkutik pada trik kartu, koin dan kecepatan tangan. Ia mampu membuat trik-trik lain yang dianggap luar biasa oleh para penontonnya.&lt;br /&gt; Ia bisa membuat biji jeruk tumbuh dan berkembang menjadi sebatang pohon jeruk dalam hitungan menit. Ia juga membuat sebuah pedang menjadi pedang “Excalibur” (dari kisah King Arthur) tepat di depan muka sang pangeran pemilik pedang itu.&lt;br /&gt; Banyak lagi trik-trik magic yang lain. Ia menolak untuk disebut “magician”, ia menyebut dirinya “illusionist” karena ia mementaskan itu semua sebagai ilusi, tipuan mata. Bahwa apa yang kita lihat sebenarnya bukanlah apa yang benar-benar kita lihat. Itu hanyalah ilusi.&lt;br /&gt; Jalan ceritanya sederhana. Mengambil setting ketika Venesia masih dipimpin oleh seorang kaisar. Abad keberapa, I don’t know (not so good in history :D) Sang pangeran merencanakan untuk menggulingkan ayahya sendiri karena ia menganggap bahwa sang ayah tidak becus dalam menjalankan pemerintahan.&lt;br /&gt; Sebenarnya inti film ini gak lebih dari sekedar cerita-cerita cinta terlarang yang lain. Berawal dari dua anak kecil yang berbeda kasta (satu bangsawan dan yang lainnya anak tukang mebel) bertemu untuk kemudian berpisah karena sang anak bangsawan dilarang bergaul dengan si anak tukang mebel. Mereka berpisah untuk waktu yang lama (15 tahun) dan kemudian kembali bertemu dengan kondisi dimana si anak bangsawan tadi akan menikahi sang pangeran pewaris tahta Venesia.&lt;br /&gt; Standar banget ceritanya… Endingnya ketebak sih… Cuma ternyata gak sesimpel yang dibayangkan penyelesaiannya, tapi tetep aja ketauan. Dah kebanyakan nonton film kali ya, jadinya selalu ketebak bahwa bakalan happy ending…&lt;br /&gt; Kalo pada suka romeo n juliet, kayanya elu-elu pada harus nonton film ini. Gak setragis itu sih..&lt;br /&gt;But, for me, nothing’s special… :D&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-5132624263528835849?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/03/illusionist.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-2481948883677134205</guid><pubDate>Tue, 11 Mar 2008 03:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-18T12:31:18.085+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Resensi Film</category><title>CLICK</title><description>&lt;i&gt;Adam Sandler (Michael Newman)&lt;br /&gt;   Kate Beckinsale (Donna Newman)&lt;br /&gt;   Christopher Walken (Morty)&lt;br /&gt;   David Hasselhoff (Mr. Ammer)&lt;br /&gt;Sutradara   : Frank Coraci&lt;br /&gt;Produksi    : Columbia Pictures (2006)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rating      : Recommended&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Emang sih filmnya rada2 lama. Tapi, ceritanya dalem banget, gini nih...&lt;br /&gt;Michael Newman (Adam Sandler) dan Donna Newman (Kate Beckinsale) adalah sepasang suami istri yang dikaruniai dua orang anak. Tapi kehidupan rumah tangga mereka rada2 kurang harmonis karena Michael banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja di biro arsitektur pimpinan Mr.Ammer (David Hasselhoff)demi diangkat menjadi partner di perusahaan tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Suatu ketika, setelah lembur semaleman, Michael menjadi sangat marah dan frustasi ketika ia bahkan tidak dapat menemukan remote (tau kan apa itu remote? :D ) untuk menyalakan TV. Di barat sono emang ada remote yang berfungsi secara universal (maksudnya, bisa untuk nge-remote apa aja..) untuk mengendalikan stereo set, lampu ruangan, bahkan untuk membuka garasi. Di sini ada gak ya :-?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa begitu marah dan frustasi, Michael memutuskan untuk membeli sebuah remote universal agar dia dapat mengatur semua barang2 elektronik di rumahnya dengan lebih mudah lagi. Setelah berkeliling2 kota (naik delman istimewa, ku duduk di muka, di samping pak kus... HAJAR!!!! : red) akhirnya dia berhenti di depan sebuah toko yang menjual segala macam peralatan rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini dia bertemu dengan seorang pegawai yang eksenstrik bernama Morty (Chistopher Walken) yang kemudian menawarkan dia sebuah universal remote -yang sebenarnya masih dalam proses eksperimen- yang dapat merubah hidup Michael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata bener, semua aspek2 kehidupan Michael bisa di"remote" layaknya TV. Bisa fast forward, rewind, pause, mute, skip etc. Pertamanya jelas Michael ketakutan, sampai akhirnya dia bisa menggunakan alat itu sesuai dengan keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael akhirnya tergila2 dan sedikit ketergantungan kepada remote tersebut. Ia tidak tahu bahwa remote tersebut ternyata juga mem-program dirinya ketika Michael menghadapi suatu masalah yang ingin ia lalui. Setiap hari dalam perjalanannya ke kantor, ia selalu terjebak dalam kemacetan lalu-lintas. Ia ingin selalu mem-fast forward kejadian itu. Akhirnya, setiap kali ia dihadapkan pada kemacetan, remote tersebut selalu mem-fast forward kehidupan Michael.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael tentunya tidak ingin setiap masalah ia lewati begitu saja tanpa ia tahu apa2 saja yang terjadi. Si remote terus mem-fast forward kehidupannya sampai 10 tahun. Banyak hal yang ia lewatkan, ayahnya yang meninggal, sundance (anjing sarap..) mati dan bahkan perceraiannya dengan donna..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara global, akting bintang2nya oke, Adam Sandler tetap dengan ciri khas wajahnya yang terlihat dungu. Kate Beckinsale nya cakep n seksi banget. Pesan moral film ini, hadapilah masalah2 yang ada dalam dirimu karena itu akan menjadikanmu kuat, tegar dan bijaksana..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-2481948883677134205?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/03/blog-post.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-1910328367875236902</guid><pubDate>Wed, 23 Jan 2008 03:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-03T17:23:14.994+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Perjalanan Hidup</category><title>Berita Bahagia</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Semalem, waktu gua lagi maen CM, ada sms masuk ke handphone gua. Isinya “Rekan2, dgn memanjatkan puji syukur kpd Allah SWT, kami mengundang rekan skalian pd pernkhan kmi: sbtu,26jan08, 19-21.00 @ged caraka loka deplu, jl sisingamangaraja no. 73 jkt (sbrang STC Senayan)” ttd anggie@ilham.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ilham?? Temen gua SMA mau nikah? Setengah gak percaya gua ngebaca sms tadi. Gimana mau percaya, Ilham gitu loh, yang waktu SMA nya paling gak pernah keliatan naksir anak cewe di SMAN 2 Bandung tiba-tiba sekarang mau nikah.&lt;br /&gt;Ya, dulu sih dia pernah suka ma cewe namanya Kamel.. Temen SMP nya dia. Ternyata setelah disidik-sidik ni cewe juga temen gua waktu di SD Hidup Baru, Cuma gua taunya nama tu cewe Lia (dari Kame(Lia) ternyata). Dan itu satu-satunya cewe yang dia deketin waktu SMA (setau gua)…&lt;br /&gt;Dan emang beberapa waktu lalu gua sempet liat status Friendsternya berubah dari “Single” jadi “In Relationship”… Nah, kayanya ni cewe (Anggie) adalah cewe yang beruntung bisa mengubah statusnya si Ilham :D&lt;br /&gt;Sayang gua gak bisa dateng pas nikahannya si Ilham, abis gua kudu balik ke Bandung, secara My luply nurse ulang tahun…&lt;br /&gt;Sori Nang, gua gak bisa dateng. Selamat deh buat lu-lu berdua. Moga-moga langgeng mpe kalian jadi kakek n nenek…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat menempuh hidup baru Nang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Jadi pengen nikah… Ayoh Atu, Gugum, Johan dll mana undangan kalian.. Si Anang rek kawin euy!!!!! &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-1910328367875236902?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2008/01/berita-bahagia.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-3421415439278312800</guid><pubDate>Wed, 28 Nov 2007 07:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-28T14:45:23.300+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Perjalanan Hidup</category><title>First time flying</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;There’s always be the first time for anything in this life, and my first time flying experience is today, 27th November 2007. I’m flying with AirAsia to Surabaya to do some preventive maintenance in Tanjung Perak Port in Surabaya.&lt;br /&gt;Dengan pesawat Boeing 737-300 Flight Number QZ7210 gw berangkat dari Sukarno-Hatta Cengkareng jam 06.50 (tulisan di ticketnya sih..)&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;br /&gt;Sehari sebelumnya jalan tol yang menuju bandara sempet ditutup (KM 27 – 27,8 tol Sedyatmo) karena air laut masuk ke tol. Ktnya sih tanggul penahannya bobol. Tapi kayanya gak mungkin deh, aturan kalo bobol pasti air laut dah masuk kemana-mana, tp nyatanya Cuma daerah sini doing. Kata PW sih ada gelombang pasang yang lumayan gede, sampe 2 meteran.&lt;br /&gt;Masih kata dia, bulan beberapa hari ini keliatan lebih besar dari biasanya. Masuk akal sih kalo gitu, gak heran air lautnya jadi rada-rada spekta. Gw sih mana sempet ngeliatin bulan, yang ada mikirin gajian hehehe… Bis dah tanggal 26 blon gajian juga!!!! Terpaksa deh utang kanan – kiri  Tapi untung dapet duit buat ke Surabaya, jadi gw pake dulu aja buat nyambung idup.. I’ve got to survive dawgh, no more loan…&lt;br /&gt;Buat mempersingkat waktu tempuh akhirnya gw milih buat nginep di rumahnya Eyang Kamti, sodara dari si mamih, di daerah Komplek Ambon.. Tadinya gua disuruh PW nginep di kosan Pak Agus di belakang Indosat Daan Mogot. Untung aja gak jadi.. Coba kalo jadi, pasti gw gak bakal tau berita banjir di told an akhirnya gw bakal telat nyampe bandara… Thank GOD&lt;br /&gt;Pagi – pagi banget gw dah dianter ma Om Bambang nyari taksi di Daan Mogot.. Jam 4 boy, ngantuk banget da ah… Mana semalem tidur Cuma dari jam ½ 2 mpe jam 4 doang.. Gak bisa tidur, maklum first flight  Kampung banget gak sih gw…&lt;br /&gt;Jam ½ 11 si mbak ng-sms “Pasti gak bisa tidur da, mau 1st flight…” Sebel banget!!! Gw mah gak usah naek pesawat, dari kecil klo besoknya mau pergi ke luar kota pasti gw malemnya gak bisa tidur… Over excited hehehehehe……&lt;br /&gt;Setelah tunggu punya tunggu, akhirnya nomer penerbangan kita dipanggil.. Deg – degan loh, sumpah… Secara gw ngliat pesawt yang segede – gede gaban gitu baru pertama kali.. Si bapak sih kalo naek pesawat gak ngajak – ngajak.. Kan anaknya jadi kampring gini hehehe….&lt;br /&gt;Begitu sampe di tangga pesawat sekilas gua liat di bagian atas pesawat deket jendela pilot tulisan AWAIR.. Tulisannya kaya bekas stiker yang dicopot. Jadi cuma samar – samar… Wah, Maskapainya Gus Dur (Abdulrahman Wahid AIR) bangkrut ni.. Naik lah gw ke dalem pesawat. Begitu nyampe di dalem ada orang depan gw nanya ke pramugari, “Mbak, no tempat duduknya yang mana ya di tiket?” jawab si mbaknya, “Oh, tempat duduknya bebas pak…” HAAAHHHH!!!! Lu kate bis AKAP !!!! Koq tempat duduknya bebas????? Jangan – jangan ntar ada yg dagang nasi pecel….&lt;br /&gt;Lumayan lama loh dari gw masuk ke dalem ampe kita terbang. Banyak banget pengarahan yang dikasih dari Mbak – mbak pramugari.. Mulai dari bacain petunjuk praktis keselamatan sampe demo tentang gimana caranya buat make alat – alat keselamatan. Cuma yang jadi masalah buat gw, koq pas peragaan muka si peraga lempeng – lempeng aja, cenderung judes malah.. Kan empet liatnya.. Atau mungkin faktor keselamatan bukanlah suatu hal yang bisa diajak “senyum – senyum” ? Ya tapi kan mukanya gak usah gitu juga kite – kite pada ngarti bahwa keselamatan semua orang tu di atas segalanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--- end of part 1 ---&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-3421415439278312800?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2007/11/first-time-flying.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-7872115695724074864</guid><pubDate>Thu, 22 Nov 2007 08:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-26T12:01:56.481+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Bagimu Negeri</category><title>Lagi, Kesenian kita di-claim Malaysia</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kabar ini saya denger tadi pagi, waktu dengerin radio SK. Andi Otniel bilang reog ponorogo sekarang mau di-aku oleh negara tetangga kita MALAYSIA.. Lengkapnya &lt;a href="http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0711/22/090654.htm"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pertama yang muncul pastinya syok banget.. Gimana enggak, namanya aja udah Reog PONOROGO, bukan Reog NEGERI SEMBILAN!!! Jelas-jelas bahwa itu adalah punya Ponorogo yang notabene merupakan bagian dari Jawa Timur yang BERADA di Indonesia..&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;Maunya Malaysia sebenernya apa sih?&lt;br /&gt;Gak cukup apa mau ngakuin pulau-pulau kita, mau ngakuin angklung, batik n lagu-lagu daerah kita?&lt;br /&gt;Gak malu apa mereka dengan berbuat seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasti banyak sekali reaksi-reaksi yang bakal muncul dari berita ini, n pasti kebanyakan bakal kecewa dan mengecam secara keras. Tunggu aja tanggal mainnya kantor kedubes Malaysia buat didatengin para pendemo..&lt;br /&gt;Tapi apakah harus terus seperti ini?&lt;br /&gt;Mungkin soal ini bakal menguap (cepat atau lambat) suatu hari nanti. Kita mungkin sudah lupa, sampai akhirnya Malaysia kembali meng-claim harta milik kita yang lain (Monas mungkin yang suatu saat nanti bakal di-claim...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangsa ini sudah mengembangkan sikap "nrimo" yang kebablasan. Sering harga diri kita diinjak-injak oleh bangsa lain. Kalau bukan bangsa satu rumpun sih mungkin masih bisa masuk akal (in my opinion) Tapi ini oleh bangsa yang sudah kita anggap saudara (setidaknya secara geografis) Apa kata dunia (Naga Bonar) !!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang memungkinkan hal ini terjadi terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Satu&lt;/span&gt;, apresiasi bangsa kita terhadap karya-karya orang lain yang masih rendah.&lt;br /&gt;Bangsa sudah terlalu banyak hidup di dalam kenikmatan yang tiada tara. Mulai dari kekayaan alam yang melimpah, iklim tropis yang hangat, letak geogarfis yang strategis.&lt;br /&gt;Faktor-faktor tersebut secara tidak langsung telah "membuai" bangsa ini untuk hidup nyaman, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;menak&lt;/span&gt; dan berbagai macam kenikmatan-kenikmatan lainnya..&lt;br /&gt;Hal ini membuat mental bangsa ini menjadi loyo (tidak semua memang) Segala sesuatunya serba mudah.. Minyak, disubsidi.. Software-software mahal, dibajak..&lt;br /&gt;Sikap-sikap seperti ini yang makin membuat mental bangsa ini menjadi "cengeng", mau gampangnya aja.. Dengan demikian, dalam menghargai orang lain pun kita cenderung menjadi bersikap "menggampang" kan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita baru kebakaran jenggot ketika negara tetangga kita membajak karya asli bangsa ini. Kemana aja mas, mbak, pak, bu??? Kemana perasaan anda waktu anda membeli DVD-DVD film terbaru di Glodok? Kemana perasaan anda waktu membeli CD-Audio atau MP3 di Kota Kembang???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kena batunya sekarang.. Para pemilik hak cipta yang kita bajak pasti merasakan apa yang kita rasakan sekarang. Lebih sakit mungkin, karena menyangkut kelangsungan hidup anak istrinya.. Itu mereka yang sudah mendaftarkan.. Sekarang, sudahkan kita menghargai karya-karya kita dengan mendaftarkan hak patennya? Sudahkah angklung, batik, "Rasa Sayange", Reog Ponorogo, Karapan Sapi kita hak-paten kan?&lt;br /&gt;Monas? :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dua&lt;/span&gt;, sikap pemerintah yang tidak tegas&lt;br /&gt;Pak SBY, cobalah bapak berani bersikap. Tunjukkan harga diri kita di mata mereka dan dunia.. Btw, masih punya gak kita Pak?&lt;br /&gt;Tarik Bapak dubes kita di Malaysia. Putuskan (atau mungkin beku-kan) hubungan diplomasi kita dengan Malaysia. Gak papa Pak, saya percaya penduduk Indonesia akan mendukung Bapak.&lt;br /&gt;Segera bangun mentalitas anak negeri ini untuk lebih tangguh lagi. Borok-borok generasi bapak saya tolong disembuhkan.. Diobati dikit-dikit pak, karena kalau langsung takutnya malah menimbulkan sakit yang luar biasa.. Jangan sampai generasi kami ketularan borok itu Pak.. Bapak kan biasa hidup dalam kedisiplinan dan ketegasan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saatnya kita rapatkan barisan.. Kita perkuat rasa kesetiakawanan dan kepedulian kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku (masih) bangga jadi orang Indonesia!!!!!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-7872115695724074864?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2007/11/lagi-kesenian-kita-di-claim-malaysia.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-4018522512096037725</guid><pubDate>Wed, 21 Nov 2007 01:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-26T12:01:17.010+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Perjalanan Hidup</category><title>Bukan kehendak ku melainkan kehendak Mu lah yang terjadi</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Udah beberapa hari teakhir kata-kata tadi selalu jadi bagian dalam setiap doa gue.. Kedengarannya sederhana, tapi maknanya dalem banget.. Selalu diulang-ulang setiap pagi, siang dan malam; di kosan, di kantor n dimana pun setiap ada kesempatan..&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;br /&gt;Gak ada kejadian aneh, mungkin emang kehandak-Nya sama dengan kehendakku. Sampai kejadian ini terjadi.. Pagi-pagi pas gue mo balik ke Bandung ada sms dari bokap.. Gak ngagetin sih sebenernya, karena gue tau tu bakal kejadian cepat or lambat.. Cuman pengennya gue sih gak ada yang perlu tau, gue bakal nyelesainnya sendiri..&lt;br /&gt;Syok benget, mpe gak konsen nyetir Cibubur-Bandung.. Gak tenang tu waktu dapet kabar, mana bis lembur lgi di Indosat Daan Mogot mpe jam 3.. Trus gue doa, minta perlindungan..&lt;br /&gt;Akhirnya gue pulang juga..&lt;br /&gt;Takut pasti ada, karena gimana pun juga menyangkut kepercayaan.. Tapi emang gua udah janji bakal ngeberesin semuanya.. Gue mikir kenapa ini kejadian ma gue, kenapa Tuhan gak bisa diajak cs -an..&lt;br /&gt;Akhirnya tadi malem dapet juga jawabannya, gue jadi inget doa gue yang beberapa hari terakhir slalu gue ucapkan.. Sama kaya dulu waktu gua doa minta ditunjukkin jalan meskipun jalan itu berat..&lt;br /&gt;Setelah nemu jawaban, ada rasa damai di hati.. Tenaaaaang banget bawaannya.. Sekarang gue tau bahwa memang &lt;b&gt;&lt;i&gt;bukan kehendakku, melainkan kehendak-Mu lah yang terjadi&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-4018522512096037725?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2007/11/bukan-kehendak-ku-melainkan-kehendak-mu.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-3952620092730924195</guid><pubDate>Tue, 20 Nov 2007 02:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-23T10:50:22.307+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Solaris</category><title>Konek ke inet di Solaris</title><description>Setelah sempet klimpungan karena gak bisa konek inet di Solaris dan setelah bertanya ke mang Gugu maka akhirnya ditemukan jawabannya (halah...)&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;br /&gt;Step-by-step nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. # vi /etc/nsswitch.conf&lt;br /&gt;   host : files dns&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. # vi /etc/resolv.conf (file baru)&lt;br /&gt;   namaserver xxx.xxx.xxx.xxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. # vi /etc/defaultrouter (file baru)&lt;br /&gt;   xxx.xxx.xxx.xxx    -&gt; host IP address&lt;br /&gt;   xxx.xxx.xxx.xxx    -&gt; gateway IP address&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;1. Feel free to add some comment&lt;br /&gt;2. Gue masih belum tau caranya koneksi inet di Solaris pake wifi.. Cari drivernya suse banget da ah...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-3952620092730924195?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2007/11/konek-ke-inet-di-solaris.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-3421822299797339556</guid><pubDate>Tue, 20 Nov 2007 02:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-26T12:02:40.129+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Solaris</category><title>Panduan JumpStart di Solaris 10</title><description>Skenarionya gini, di kantor blom ada mesin SUN yang pake Solaris 10. Padahal kan rencananya kita mo ngadain training Solaris 10, apalagi gue ntar srtifikasinya juga Solaris 10. So, skalian blajar nge-JumpStart, gue harus nginstall dari laptop.&lt;br /&gt;Gue make Acer 4520 sebagai JumpStart server and SUN Ultra 10 sebagai JumpStart client..&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya kurang lebih seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat direktori untuk menyimpan image&lt;br /&gt;  # mkdir –p /export/install/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Copy image dari CD/DVD&lt;br /&gt;  # cd /cdrom/Solaris_10_606/Tools&lt;br /&gt;  # ./setup_install_server /export/install&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Buat direktori jumpstart&lt;br /&gt;  # mkdir /jumpstart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Copy direktori image&lt;br /&gt;  # cp –r /export/install/sparc_10_606/Solaris_10_606/Misc/jumpstart_sample /jumpstart&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Share direktori jumpstart&lt;br /&gt;  # vi /etc/dfs/dfstab&lt;br /&gt;  share –F nfs –o ro,anon=0 /jumpstart&lt;br /&gt;  # shareall&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Buat profile di /jumpstart direktori&lt;br /&gt;  # vi profile1&lt;br /&gt;  install_type    initial_install&lt;br /&gt;  system_type    standalone&lt;br /&gt;  partitioning    default&lt;br /&gt;  cluster        SUNWCprog&lt;br /&gt;  filesys        c0t0d0s0    free    /&lt;br /&gt;  filesys        c0t0d0s0    512    swap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Edit rules file di /jumpstart&lt;br /&gt;  hostname (nama_host) – profile1 –&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Validasi rules file&lt;br /&gt;  # cd /jumpstart&lt;br /&gt;  ./check&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Set-up untuk mulai menginstall dari server&lt;br /&gt;  # cd /export/install/sparc_10_606/Solaris_10_606/Tools&lt;br /&gt;  # ./add_install_client –c (nama_server):/jumpstart (nama_client) sun4u&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Boot client&lt;br /&gt;  # boot net - install&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Instalasi jumpstart ini belum pake sysidcfg, untuk lebih jelasnya ntar gue cobain dulu :D&lt;br /&gt;2. Please, feel free to comment this step-by-step&lt;br /&gt;3. Gue heran, kenapa SUN Ultra 60 gak bisa ya? Padahal di HCL nya masih bisa di isi Solaris 10.. Herman (eh, heran)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-3421822299797339556?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2007/11/panduan-jumpstart-di-solaris-10.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-4144891629663740064</guid><pubDate>Thu, 01 Nov 2007 09:43:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-26T10:53:10.405+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Perjalanan Hidup</category><title>Jangan Bilang dah ke Jakarta kl blom naek BUSWAY...</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Seminggu kemaren aturan gua n team OJT di Indosat Daan Mogot seminggu penuh.. Tapi kenyataannya cuman hari Senin doang, itu juga mpe Selasa subuh jam 5 pagi.. Pulang ke Cibubur jam 7, hibernasi deh mpe sore...&lt;br /&gt;Hari rebo cuman 1 orang yang berangkat. Gua n temen gua ditempatin di SUN Microsystem Indonesia (SMI) di daerah Karet, Kuningan.. Kita (big boss, P Didit, gue n Vona) pergi ke SMI jam 10an.. Mpe sore lah kita disitu..&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;br /&gt;Pas jam pulang, karena P Didit rumahnya di Plumpang so doi gak mungkin nganter gue n Vona balik ke Cibubur.. Akhirnya kita berdua naek BUSWAY...&lt;br /&gt;Naik lah kita dari halte Karet.. Lumayan ngantri.. Ampir 1/2 5 waktu itu.. Bis pertama penuh... Aseli penuh banget.. Perasaan gak enak nih..&lt;br /&gt;Bis kedua, tetep penuh... Tapi karena waktu itu ngejar si vona yang mau buka puasa akhirnya kita naek juga.. Hup, naek lah kita.. Buset, penuh banget.. Ini sih sama aja kalo naek Kopaja.. Gak ada tempat buat geser2 lagi. Gak lama jalan tu busway rada tersendat.. Ternyata jalurnya tu bis yang udah disediain pake duit rakyat ikut dipake juga buat rakyat-rakyat yang ngerasa udah bayar tu jalan.. Mobil pribadi banyak banget yang masuk ke jalur busway.. Katanya sih ntar2 gak boleh, bakal kena denda mereka2..&lt;br /&gt;Setelah merayap cukup lama sampe lah kita di halte Dukuh Atas.. Di sini gua harus ganti koridor yang ke arah Matraman.. Turun dah kita.. Jalan ke atas nyebrang buat ke halte Dukuh Atas.. Tar dulu, dari jauh keliatan ada yang ngantri tu... Anjir!!! belum sampe halte dong antreannya, masih di atas jembatan.. Oh Tuhan, tiiddaaaaaakkkkkkk!!!!!!!&lt;br /&gt;Setengah dongkol, gua n Vona akhirnya ikut ngantri.. Kumaha deui, mau gak pulang2? 15-20 menit lah kita2 pada ngantri sebelum akhirnya merasakan AC busway (lagi)... Lagi enak2 ngantri, tiba2 ada orang yang keilangan HP.. Pas doi mau miskol HPnya, orang yang di belakangnya ngeliat ada HP jatuh, bukan jatuh sih tapi dijatuhin sama orang yang berdiri pas di belakangnya si cewe... Kontan aja seisi halte pada geger.. Tu orang kaga ngaku (iya lah, maling kalo ngaku semua penjara penuh ntar..) "Udah pak, comot aja pak", emosi orang2 dah pada memuncak.. Akhirnya tu orang dicomot ma satpam.. "Jangan dipukulin, jangan dipukulin", kata si satpam.. Tapi tetep aja, hajar!! hajar!! hajar!! Kasian tu orang.. Tapi mo gimana lagi, resiko mas...&lt;br /&gt;Akhirnya dateng lah bis yang ditunggu2.. Hup, naek deuh akika.. Posisi, tetep, berdiri... Buswaynya gak bisa dibawa kenceng2, merayap2 gitu soale ya itu tadi, orang2 yang ngerasa ikut ngebiayain pada make jalurnya.. Tapi ada sih saatnya si busway ngebut.. Pas di daerah mana (lupa boss...) yang jelas deket kali Ciliwung, bedug magrib bunyi.. Orang2 pada menghela napas.. Makan minum lah mereka meskipun gak boleh sebenernya, tapi gimana lagi, mau dosa apa gak buka cepet2..&lt;br /&gt;Pemberhentian berikutnya Halte Matraman. Dari sini gua ganti koridor lagi yang ke arah Kampung Melayu.. Hup, turun kita.. Bussseeetttt yang nangtri gak nahan bo.. Buanyak betul... Ngantri lah kita bersama dengan orang2 yang mukanya pada bete.. 10 menit pertama gak ada bis yang lewat, padahal ni terminal keberangkatan... Tau pada kemana.. Macet katanya (standar..) Bis pertama akhirnya lewat.. Gua masih jauh dibelakang.. Tapi gak tau kenapa barisan gua yang depan gak berenti2 majunya.. Ya ikutan aja gua mah... Mayan, akhirnya berdiri di deket pintu halte.. Bis kedua... Karena belakang gua ada yang dorong2 akhirnya masuk lah gua ke bis.. Jangan harap dapet tempat duduk deh.. Lagian gua mah niatnya emang gak akan duduk.. Gua ma Vona kepisah di halte ini, cuman karena doi dah gua kasih ongkos ya rada tenang lah.. Parjalanan ke halte UKI gak ada hambatan berarti, cuma kadang2 harus sabar2 aja ngadepin orang2 yang nyrobot jalan..&lt;br /&gt;Sampe di UKI gua bareng lagi ma Vona.. Akhirnya kita naek ELF 56 yang ke Cibubur.. Di dalem ELF kita cuma ketawa2 aja nginget2 kejadian tadi.. Sampe di kosan udah jam 1/2 8, berarti ampir 3 jam gua diperjalanan... Emang bener kata orang, idup di Jakarta mah tua di jalan...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;---end of part 1---&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-4144891629663740064?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2007/11/jangan-bilang-dah-ke-jakarta-kl-blom.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink='false'>tag:blogger.com,1999:blog-31004638.post-115327892047587773</guid><pubDate>Wed, 19 Jul 2006 03:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-26T12:03:52.987+07:00</atom:updated><category domain='http://www.blogger.com/atom/ns#'>Cerpen</category><title>Nadia</title><description>...Aku tak bisa luluhkan hatimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan aku tak bisa menyentuh cintamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Hmm.." Robi menghela nafasnya. Lagu Padi yang dinyanyikan pengamen tadi menyadarkan Robi dari lamunannya. &lt;br /&gt;"Kurang ajar!! Nyepet gw?" gerutunya dalam hati. Tapi dengan cueknya si pengamen itu meneruskan lagu tanpa menghiraukan keadaan sekitarnya, apalagi keadaan robi.&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=fullpost&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiiinggg..." tiba-tiba hp Robi berbunyi. Robi cepat-cepat merogoh kantongnya, "Mau apa sih telpon-telpon lg..." kt Robi setengah berbisik ketika melihat identitas si penelepon. Cukup lama telpon itu dibiarkan berbunyi sebelum akhirnya dia jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo", katanya setengah ketus. &lt;br /&gt;"Lama banget ngejawabnya, lg tidur ya?" tuduh suara di sebrang. &lt;br /&gt;"Sori, aku lg di bis mau ke Bogor" jawab Robi seperlunya.&lt;br /&gt;"Oh, jadi mau ke tempatnya Budi?" tanya suara di seberang.&lt;br /&gt;"Ho oh" jawab Robi.&lt;br /&gt;"Kamu kenapa sih judes gitu, nyebelin tau gak sih..Kamu marah sama aku?" tanya suara tersebut.&lt;br /&gt;"Enggak, prasaan lu aja kali… Nad, ntar kutelpon lagi deh kalo udah nyampe, tapi gak janji" kata Robi kemudian.&lt;br /&gt;"Ya udah deh terserah... Ati-ati di jalan ya.." kata suara itu lagi. Robi tak menjawab.. "klik" Robi mengakiri pembicaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia, nama cewek yang baru saja berbicara di telepon. Nadia, cewek yg sedari tadi menyita pikiran Robi, cewek yang telah membuat hidupnya kembali bersinar setelah dua tahun yg lalu Robi ditinggal kekasihnya, Dewi, ke surga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pertemuan Robi dan Nadia terjadi ketika Robi bersama Budi, temannya semenjak SMP, menghadiri pesta perkawinan seorang teman Sma mereka. Nadia waktu itu kebetulan jadi salah seorang pager ayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ck..ck.. cantik banget tu cewek Rob", bisik Budi kepada Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus knapa?", balas Robi sekenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah elu mah emang payah, Rob. Masa’ baru ditinggal Dewi lu dah ilang semangat".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi kan.." sahut Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, gua tau bahwa perpisahan elu tu tragis", potong Budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"But the show must go on man, masa baru gitu aja dah nyerah ma cewek!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Budi ada benarnya juga. Semenjak Dewi meninggal, kehidupan Robi berubah. Robi berubah menjadi orang yang sangat tertutup. Ia merasa bahwa apa yang menimpa Dewi adalah kesalahan dirinya. Ia menjadi takut untuk memulai sebuah hubungan yang baru dengan cewek-cewek lain. Namun ketika ia melihat Nadia, ia merasa bahwa ia menemukan sosok cewek idaman yang sepertinya dapat membuat Robi melupakan segala kenangan-kenangan indah bersama Dewi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nadia memang cantik. Kulitnya putih,tingginya semampai, rambutnya gak begitu keliatan (..soalnya pake konde..), pake kaca mata pula. Pokonya Robi banget deh.. Tapi Robi gak punya nyali buat ngajak kenalan. Dia bilang "Gua kaya’nya kutukan buat cewek".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butuh waktu sekitar 2 bulan sampai akhirnya Robi dapet nomor telpon Nadia. Setelah itu Robi mulai memberanikan diri untuk menelponnya, nge-sms dia, sering maen ke kosannya, bahkan bersedia nganterin Nadia pulang ke Jakarta untuk berkenalan dengan keluarganya dan mencoba mengakrabkan diri dengan keluarga Nadia. Sepertinya Robi mulai membuka hatinya yg telah sekian lama tertutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hubungan mereka jadi semakin dekat. Robi sering kali menawarkan diri untuk menjemput Nadia dari kampus, menemani Nadia pergi ke pesta-pesta temannya, atau misa bareng di gereja, dan respon Nadia pun baik-baik saja. Semuanya begitu indah bagi Robi sampai malam tadi, malam sebelum dia pergi ke Bogor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, malam tadi adalah saat-saat yang paling dibenci oleh semua umat jomblo normal di muka bumi ini yaitu, ditolak!! "Sori Rob, aku gak bisa nerima kamu jadi pacarku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhuarr.... bagai petir di siang bolong Robi mendengar kata-kata itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"M..m..maksud lu apa Nad?", tanya Robi terbata-bata seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja ia didengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pertama, aku dah punya pacar. dan kedua, kamu kynya lebih asik dijadiin temen daripada pacar", jawab Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elu dah punya pacar? Koq gak pernah bilang-bilang? Terus kenapa lu mau diajak jalan ma gua  selama ini? Maksud lu apa? Mau mainin gua?", tanya Robi setengah emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sabar Rob, gak usah emosi gitu, gak enak diliatin orang", kata Nadia mencoba menenangkan Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku gak mau munafik Rob. Jujur, aku menikmati setiap saat yang kita habiskan berdua. Saat-saat ketika kau membelai keningku dan kemudian menciumnya, aku sgt menikmatinya. Aku juga menikmati semua sentuhan jarimu setiap kali engkau membelai rambutku. Bahkan aku takkan mungkin melupakan saat-saat mendebarkan ketika kita bercumbu di jok belakang mobilmu dan di kamar kosku", kata Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matanya menerawang, ia tak ingin air matanya jatuh di hadapan Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terus kenapa kita gak bisa pacaran?", Robi semakin emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Entahlah Rob, rasanya ada yg salah ketika aku mulai memikirkanmu seandainya kamu jadi pacarku", jawab Nadia hampir menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maksudmu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum waktunya buat kamu untuk tahu Rob…", lanjut nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elu tu penakut. Elu terlalu takut buat nyoba pacaran ma gua. Gimana lu bakal tau kalo gua orang yang pas kalo lu gak nyoba?", emosi Robi semakin memuncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu harus bisa nerima kenyataan dong, Rob. Kenyataan bahwa aku gak bisa nerima kamu untuk jadi pacarku, kenyataan bhw aku udah punya pacar", suara Nadia semakin serak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Satu yg kuminta, jangan pernah ngejauhin aku, Rob. Aku gak pengen karena kejadian ini persahabatan kita jadi rusak". Robi tak menjawab, ia kemudian mencium kening Nadia lalu bergegas meninggalkan tempat itu. Nadia memandangnya pergi sambil menangis, "I love u too, Rob".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bogor habis, Bogor habis... mas, dah sampe.. mau turun dimana?", suara kondektur itu terdengar nyaring di telinga Rob.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh…, makasih mas, saya turun di sini aja...", jawab robi sambil gelagapan karena dibangunin dengan semena-mena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jalan Pajajaran bang", kata Robi kepada seorang tukang becak. Tidak sampai 15 menit Robi sudah berada di halaman sebuah rumah bergaya kolonial dengan halaman yg cukup luas dan terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ting tong..." Robi memencet bel yg ada di dekat kotak surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cari siapa ya, mas?", seorang perempuan yang kalo dilihat dari potongannya menyerupai pembantu, nongol dari balik pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Budi ada?", tanya Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, mas Budi lagi ke Cikarang. tunggu aja di dalem, bentar lagi juga pulang", jawab si pembantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Makasih, saya tunggu di luar aja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ditolak?! Huahahaha.... sukurin, biar tau lu gimana rasanya ditolak cewek", Budi tertawa terbahak-bahak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Anjing lu Bud, temen lagi susah malah diketawain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori man.. bukan gitu, abis elu 5 kali nembak cewek belon sekalipun ditolak", Budi mencoba membela diri. "Wah, gua ada kesempatan dong buat ngedeketin Nadia sekarang", canda Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terserah elu, yang jelas do’i dah punya monyet", jawab Robi. "Keccilll... monyetnya kasih pisang aja 2 ton, ntar jg diem...." jawab Budi sekenanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sialan lu Bud..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriiinggg..." hp Budi menyala. "Bud, lu lg dimana? Gua telpon ke kosan katanya lu lagi keluar. Jalan ma cewek ya? Cewek mana yang lu tipu?", Robi membombardir Budi dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Eh.. em.. anu.. temen gua dari Bogor.", jawab Budi terbata-bata. "Oke, gua ngerti koq. Jangan lupa ntar malem gua ke kosan lu ngambil bahan skripsi. Bye.., jaga moral ya?!", Robi menutup telponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa? Robi ya?" tanya Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya... Koq perasaan gua gak enak ya Nad?", tanya Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Udah, gak usah dipikirin dia mah.. Yang penting kita jadi kan ke Hyogen?", tanya Nadia manja. Budi hanya mengangguk sambil tersenyum. "Ah, ntar aja gua sms si Robi kalo gak bisa ketemuan. Bilang aja sibuk...", bisiknya dalam hati. Dan mobil Hyundai Atoz warna kuning yang mereka tumpangi terus saja meluncur, membelah jalan-jalan  di kota Bandung yang malam itu mulai dibasahi oleh air hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sudah hendak berganti pagi ketika Budi sampai di kosannya, di kawasan Ciumbuleuit, setelah ia menghabiskan malam bersama Nadia. Pikirannya menerawang, hatinya tidak tenang. Ia gelisah memikirkan apa yg bakal terjadi seandainya Robi tahu bahwa dia baru saja menghabiskan malam bersama Nadia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kriing..." bunyi hp membuyarkan lamunannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo.." jawab budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bud, belum tidur?", tanya suara di seberang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belum, elu sendiri koq belum tidur?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku masih mikirin kamu Bud... Mau gak kamu ke kosanku skrg?", tanya suara itu lagi. Cukup lama sebelum akhirnya Budi menjawab, "Oke Nad, gua ke sana sekarang". Budi bergegas mengambil kunci mobilnya. Tak sampai 5 menit budi sudah berada di belakang kemudi Hyundai Atoznya menuju kosan Nadia di sekitaran Maranatha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, peduli setan elu Rob...", kata robi dalam hati. Hampir jam 3.30 pagi ketika Budi melirik jam di tangannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elu gimana sih, Bud.. Gua mau ngambil bahan skripsi, elu gak ada di kosan. Tadi harusnya bimbingan ma Bu Wati jam 9, elu baru nongol jam satu. Kenapa sih lu?", tanya Robi setengah emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sori Rob, gw br balik ke kosan jam setengah 3 tadi pagi", jawab Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Elu abis jalan ma cewek yang semalem sampe jam segitu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi mengangguk lemah. "Gila lu, cuman gara-gara cewek lu mau bikin studi lu berantakan.. Inget Bud, kita-kita ni diambang DO kalo gak bisa ngeberesin skripsi kita sampai semester ini," Robi mencoba untk membuka pikiran Budi. "Inget ma ortu lu man, malu kan kl elu harus DO. Masa’ anaknya pembantu dekan di-DO.." lanjut Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budi tak menjawab, terbayang di pikirannya wajah ayah dan ibunya seandainya ia harus dikeluarkan dari universitas. "Oke Rob, gua ngaku salah.." kata Budi kemudian. "Gua sih cuman ngingetin elu, Bud. Tanggung jawab lu sih bukan ke gua, tapi ke hidup lu sendiri", kata Robi mendadak bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak peristiwa itu hubungan Robi dan Budi sedikit meregang. Demikian pula hubungan Robi dan Nadia. Robi memutuskan untuk berkonsentrasi dulu pada skripsinya. Ajakan teman-temannya untuk sekedar kumpul-kumpul yang dulu sangat sering ia lakukan; ia kurangi. Ia tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubungan Budi dan Nadia di sisi lain semakin akrab saja dari waktu ke waktu. Budi sering sekali menginap di kosan Nadia demikian pula sebaliknya. Kemanapun Nadia ingin pergi Budi dengan senang hati akan mengantar dan menjemputnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Koq elu jadi kaya’ tukang ojek, Bud?”, suatu hari Tomi, teman Budi, bertanya. “Abis lu kaya’nya ga ada kerjaan laen selain nganter n jemput dia. Skripsi lu gimana ?”, lanjut Tomi. Budi sepertinya tak memperdulikan lagi studinya. "Alllaaahh.. Toh bokap gua tajir. Gak bakalan deh gua kekurangan duit." Jawab Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya hari wisuda tiba. Pagi-pagi benar Robi sudah mandi. Dia sedang mematut-matut  dirinya di depan cermin. "Akhirnya, jadi juga gua diwisuda" gumam Robi. Jam 6 kurang seperempat, mobil timor merah dan cielo hitam yang berisi keluarga besar Robi, berjalan beriring-iringan menuju kampus Robi, di kawasan Jatinangor, tempat para wisudawan dan wisudawati lain berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu seakan begitu lambat bergulir ketika Robi mengikuti prosesi wisudaan. Satu demi satu nama para wisudawan dipanggil ke depan. Tibalah giliran Robi. Perasaannya bercampur aduk antara senang, bahagia dan sedih ketika rektor Universitas Jatinangor (Unjat) menyalaminya tanda kelulusannya. Senang karena akhirnya dia bisa menyelesaikan studinya, bahagia karena ia bisa membuat kedua orangtuanya bangga, sekaligus sedih karena setelah ini ia harus seperti umumnya para lulusan baru bersaing untuk mengisi lowongan pekerjaan yang sepertinya terus saja berkurang di Republik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua acara seremonial berakhir, Robi terlihat  di antara temannya mencari-cari seseorang di tengah kerumunan para wisudawan-wisudawati yang sedang bersalam-salaman atau berfoto-foto ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kemana sih dia.." gumam Robi. "Sep, lu liat si Budi gak?" tanya Robi pada Septiani Cahyaningsih, mahaswi teladan di jurusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lho, lu gak tahu Rob. dia kan akhirnya di-DO. Soalnya skripsinya gak kelar-kelar.." jelas Septi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Budi di-DO?!", gumam Robi setengah tak percaya. Ia kemudian mencoba menghubungi Budi. "Sialan, veronika mulu...", umpat Robi. Setelah makan siang bersama keluarganya, Robi pergi ke kosan Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Budi dah pindah Rob, ke daerah Dangdeur deket Maranatha" Bram, penjaga kosan itu menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hah, daerah Maranatha!? Di mana tempatnya?", tanya Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Katanya sih di deket temen ceweknya, Nabila, Namibia atau siapa gitu namanya.." kata Bram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nadia maksud lu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nah, itu namanya. Sering kan si Budi tidur sana atau tu cewek tidur sini." Bram menjelaskan tanpa merasa bersalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darah Robi mendidih, ia tidak menyangka bahwa cewek yang selama ini mengganggu Budi sampai ia di-DO adalah Nadia. Sebenarnya Robi masih menaruh harapan pada Nadia. Ia ingin fokus dulu pada studinya sebelum akhirnya meneruskan niatnya untuk mendekati nadia lagi. Tapi setelah mendengar kabar ini ingin rasanya ia bertemu dengan kedua mahluk itu untuk meminta penjelasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nad, ada yang pengen gua omongin..", Robi akhirnya berhasil menghubungi Nadia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bawa pacarmu skalian, gua pegen kenalan", lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oke, tempat biasa besok sore ya... Kaya’nya dah waktunya juga kamu kenal ama pacarku”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidit..tidit..”, sebuah pesan singkat masuk ke hp Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rob, ini Budi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang pengen gua omongin. Penting, masalah pacarnya Nadia.”, demikian bunyi pesan itu. Robi tak membalas pesan itu. “Kriiingg…..”, hp Robi berbunyi. Robi tak menjawab ketika dia tahu bahwa Budilah yang mencoba untuk menelponnya. “Tidit..tidit..”, sebuah pesan singkat kembali masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rob, please.. Kita harus ngomong. Gua gak pengen ada apa-apa…”, kembali Budi meng-sms Robi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lu gak perlu ngejelasin apa-apa Bud, toh ntar juga gua bakal tau..”, gumam Robi dalam hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saatnya Robi untuk bertemu dengan Nadia dan pacarnya. Sore itu Bandung&lt;br /&gt;kembali diguyur hujan. Hawanya terasa sangat menyejukkan, lumayan untuk menyejukkan hati Robi yang agak-agak panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Robi sudah lebih dari 10 menit menunggu kedatangan Nadia. Segelas ice lemon tea yang tinggal setengah dan beberapa batang Marlboro light mentol telah ia habiskan. Cukup lama sampai akhirnya tampak sebuah mobil yang ia kenal masuk ke areal parkir Kafe Ilalang yang sore itu tampak sepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Akhirnya..." kata Robi dalam hati. "Koq perasaan gw tiba-tiba gak enak ya..." Robi berbicara sendiri. Nadia terlihat masuk duluan ke dalam kafe diikuti seseorang. Wajahnya tidak begitu terlihat karena tertutup topi. Tangan mereka saling berpegangan erat. Ingin rasanya Robi tidak mempercayai apa yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Darahnya semakin mendidih ketika kedua orang itu datang mendekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai Rob, dah lama?" Nadia mencoba untuk berbasa-basi. "Nih, kenalin pacarku" lanjut Nadia. "Robi.." katanya sambil mengulurkan tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai rob.." balasnya itu sambil membuka topi. Robi terbelalak, seakan tidak percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kenalin, Ririn..", kata cewek itu sambil menyambut uluran tang Robi. Robi ingin sekali berteriak, tapi tenggorokannya serasa tersumbat. Ia menelan ludahnya cepat-cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kalian berdua..." Robi tak melanjutkan ucapannya. Nadia dan Ririn tersenyum dan mengangguk bersamaan sambil berpelukan mesra..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba Robi merasa sekelilingnya menjadi gelap, ruangan serasa berputar-putar. Kakinya seakan tak kuat lagi menopang berat tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bud, elu di mana..." ucap Robi lirih ketika tubuhnya mulai menyentuh lantai kafe yg dingin. Tak lama, matanya pun terpejam....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to Grace for the inspiration&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo, September 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-dadang-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PS: Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan dalam nama, lokasi atau cerita; sapa suruh nyama-nyamain…. :p&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31004638-115327892047587773?l=sasongko-hernowo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://sasongko-hernowo.blogspot.com/2006/07/nadia.html</link><author>noreply@blogger.com (F.Sasongko (Fujiwara Shun))</author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></item></channel></rss>